Minggu, 26 Maret 2017

Pantai Rebo (Kenanga)

KENANGA, KAB.BANGKA - Pantai Rebo terletak di Dusun Rebo, Desa Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Berjarak hanya sekitar 8 km dari Kota Sungailiat atau 15 Km dari Kota Pangkalpinang.
Garis pantai yang membentang sepanjang beberapa kilometer dengan tekstur tanah yang berbukit-bukit membuat pantai ini lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise.
Bentangan bebatuan granit yang berdiri dalam berbagai posisi membuat pantai ini menjadi lebih menyenangkan karena bebatuan tersebut seakan menyediakan meja bahkan tempat tidur, tidak perlu kuatir barang-barang bawaan tercemar oleh pasir bahkan kemping pun dapat dilakukan di antara bebatuan tersebut.
Pantai ini sebenarnya merupakan daerah wisata bahari yang dahulu ingin dikembangkan oleh Pemda Kabupaten Bangka. Berlatar Bukit Rebo yang hijau, berpasir putih dan air lautnya yang biru jernih, Pantai Rebo menjadi salah satu aset wisata bahari penting di Kabupaten Bangka saat itu.
Sayangnya karena kurang perhatian dan ketegasan wisata bahari di Pantai Rebo hampir luluh lantak dibantai oleh Tambang Inkonvensional (TI) apung dan TI darat. Selain itu pernah pula beroperasi kapal hisap dikawasan ini. Bekas galian, lobang-lobang dan sedimentasi pasir tak beraturan membuat Pantai Rebo tak secantik dulu.
Dulu (tahun 1990-an) di kawasan pantai ini dibangun dermaga sebagai tempat menambatkan perahu nelayan dan dibangun pondok-pondok sebagai tempat bersantai dan berteduh sambil menikmati keindahan pantai. Kini pondok-pondok itu telah berubah fungsi menjadi tempat tinggal yang tak terawat para pekerja TI yang sebagian besar berasal dari luar Pulau Bangka.
Sekitar 5 km dari bibir pantai tepat di depan Pantai Rebo (arah timur) terdapat kawasan terumbu karang yang sangat cantik. Memang tak semua orang yang mengetahui lokasi ini. Hanya nelayan dan sebagian penduduk setempat saja yang mengetahuinya.
Jika menggunakan perahu nelayan, sekitar 20 menit kita telah sampai ke lokasi tersebut. Nelayan setempat menyebutnya ”karang kering”. Rataan terumbu karang dikawasan ini cukup luas, sekitar 2,5 ha.
Disebut Karang Kering karena rataan karang ini hanya tampak saat air laut surut terendah dan akan tertutup saat air laut pasang. Berjarak kurang lebih 10,9 km dari Pantai Parai Beach Hotel Sungailiat.
Kawasan Karang Kering terletak bersebelahan dengan Pulau Simbang yang dapat kita lihat dari Pantai Matras Sungailiat. Pulaunya tampak berwarna hijau tua berada sebelah timur laut dari Pantai Matras. Disebut Pulau Simbang karena merupakan tempat sekawanan Burung Simbang melakukan migrasi harian saar sore hari di pulau ini untuk istirahat hingga esok paginya.
Disebelah timur kita akan melihat rataan karang branching jenis Acropora yang beranekaragam. Sangat luas dan membentang seluas mata memandang. Di daerah yang agak dalam baru akan kita temui jenis karang lain. Didaerah ini banyak sekali terdapat ikan Amphiprion yang sering disebut ikan badut dengan anemonnya Ocellaris sp.
Disebelah barat (menghadap kearah daratan), karangnya sangat bervariasi namun kondisi tutupannya lebih rendah dibandingkan dengan disebelah timur. Karang disebelah barat pun ditemukan banyak terdapat Diadema sp. (bulu babi) Banyaknya bulu babi ini menandakan bahwa terumbu karang didaerah ini dalam kondisi karangnya kurang sehat.
Perairan disebelah barat pun lebih keruh jika dibanding dengan sebelah timur. Namun biota karangnya lebih bervariasi,hal ini mungkin pasokan pakan lebih banyak tersedia. Dikawasan terumbu karang ini ditemukan berbagai jenis ikan karang khas ekosistem terumbu karang, softcoral, bintang laut (archaster), Tridacna dan berbagai jenis Gastropoda. Mimpi seperti Kute Bali dan Losari Makassar
Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB telah melakukan eksplorasi di 42 lokasi terumbu karang. Masing-masing 31 lokasi di perairan Pulau Bangka dan 11 lokasi di Pulau Belitung. Dari 31 lokasi yang terdapat di Pulau Bangka, ada satu lokasi yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata bahari masa depan. Pantai Rebo. Mengapa Pantai Rebo?
Tim menyimpulkan Pantai Rebo mempunyai potensi wisata bahari ketika melakukan ekspedisi pertama pada awal tahun 2008 ke Karang Melantut Pantai Rebo. Luas spot karang ini sekitar 27 ha. Sekitar 1,1 km dari karang melantut terdapat lagi karang kering dengan luas lebih dari 6 ha setelah dikalkulasikan dengan menggunakan GPS Garmin Colorado 400i.
Lokasi ini berjarak sekitar 5 km dari Pantai Rebo. Membutuhkan waktu hanya sekitar 20 menit dari Pantai Rebo dengan menggunakan perahu nelayan. Selain itu, akses ke Pantai Rebo sangat mudah dengan kondisi jalan yang relative baik. hanya berjarak sekitar 15 km dari Pangkalpinang pusat ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan 8 km dari Kota Sungailiat. (Sumber : www.ubb.ac.id & sumber lainnya)

Sabtu, 25 Maret 2017

Pantai Air Anyir (Merawang)

Merawang, Kab.Bangka - Pantai Desa Air Anyir memiliki garis pantai yang panjang sekitar 5 Km, berpasir putih, serta memiliki keunikan sendiri lantaran di sepanjang garis pantainya dihiasi pepohonan cemara yang berbaris rapi serta landai karena surutnya air laut sangat jauh.
Posisinya juga terbilang strategis yaitu hanya berjarak sekitar 10 Km dari kota Pangkalpinang, berdekatan dengan Jembatan EMAS dan Pantai Pasir Padi.
serta lokasi nya dekat dan satu arah dengan Pantai Rebo, Pantai Tikus, Pantai Tikus Emas, Pantai Tanjung Pesona, Teluk Uber, Pantai Rambak dan terus menuju ke kota Sungailiat.
Akses jalan aspal mulus menuju pantai ini yang berada di sisi jalan lintas timur Bangka (Pangkalpinang menuju Sungailiat),
menjadikan objek wisata pantai Desa Air Anyir menjadi salah satu pilihan tempat wisata favorit warga di akhir pekan. Apalagi pantai ini sangat cocok untuk mandi ataupun bersantai bersama keluarga.
Air yang jernih dan tenang ditambah irama khas tiupan angin laut yang mengesek dedaunan cemara merupakan sensasi unik di pantai-pantai yang ada di Desa ini.
Ada empat objek wisata pantai yang dimiliki desa Air Anyir saat ini yaitu pantai Karang Emas, Pantai Pukan, Pantai Karang Merah dan Pantai Kuala. Dulu disebut Pantai Temberan, Pantai Mudel dan Pantai Kuala.
Namun yang paling mudah orang-orang di Bangka menyebut semua pantai yang saling bersebelahan ini dengan sebutan Pantai Air Anyir.
Pantai yang ada di Desa Air Anyir sendiri saat ini mulai dikelola dengan baik oleh pihak Pemdes Air Anyir.
Ada sejumlah pondok-pondok tempat bersantai pengunjung dibangun di empat objek wisata tersebut yang dikelola oleh kelompok wisata yang ada di tiga dusun.
Selain menawarkan keindahan empat pantai yang ada, Pantai Desa Air Anyir juga memiliki atraksi budaya tahunan yaitu tradisi Rebo Kasan.
Keindahan Pantai Desa Air Anyir ini sungguh menakjubkan, apabila dikelola dengan baik seperti halnya Tanjung Pendam di Belitung, menjadi Pusat Taman Kota dan Sport Centre dengan Jembatan Emas Sebagai Epicentrum Icon nya, tentunya Pantai ini akan menjadi Pantai yang eksotis dengan hamparan pasir putihnya yang panjang, sehingga mampu melengkapi keindahan bebatuan Pantai Rebo, Pantai Tikus, Pantai Tanjung Pesona dan Teluk Uber. (Sumber : Diolah dari berbagai sumber)

Jumat, 24 Maret 2017

Vihara Puri Tri Agung (Sungailiat)

Vihara Puri Tri Agung berada di atas lahan seluas 2,3 Ha, terletak di areal perbukitan kawasa Pantai Tikus Sungailiat, Kabupaten Bangka sekitar 20km dari Bandara Depati Amir.
Dari pinggiran Pantai Tikus, tampak bangunan megah berbentuk Pagoda, terdiri tiga tingkat cerminan keyakinan atau Tri Dharma.
Sebagian masyarakat mengenal vihara Puri Tri Agung ini dengan pagoda kuil saolin, hal ini karena pada awal pembangunannya tidak ada plakat nama dan tersiar isu bahwa nantinya di vihara ini akan di datangkan beberapa biksu shaolin dari kuil shaolin.
Pembangunan kuil ini sendiri telah berlangsung lebih dari 12 tahun, dan pada tanggal 18 Januari 2015 Pagoda Vihara Pantai Tikus sungailiat Bangka ini telah di resmikan oleh Menteri Agama dan Menteri Pariwisata.
Namun untuk perluasan kawasan sendiri masih terus di lakukan di sebelah timur bagian halaman vihara ini.
Vihara Puri Tri Agung berlatar bukit menghijau disebelah kanan, patung budha besar di pelataran depan, pemandangan lautan lepas dengan airnya yang biru didepan vihara
serta Patung Dewi Kwan Im
dan kelenteng kecil berada di sebelah kiri pelataran vihara.
Vihara Puri Tri Agung ini memiliki interior yang terbilang cukup mewah di tambah arsitektur bangunan yang kokoh dan elegan menambah daya tarik sendiri.
Patung kepala Naga tampak menghiasi pintu utama
sedangkan lonceng raksasa dan
tiga patung besar, berada di ruang utama Vihara. Yaitu ; Kang Zi, Buddha Sakyamuni, Lao Zi. Patung Kang Zi merupakan patung dewa bagi agama konghucu, Buddha Sakyamuni untuk agama budha, dan patung Lao Zi merupakan patung taoisme atau aliran. (Sumber : Diolah dari berbagai sumber)

Kamis, 23 Maret 2017

Sambal Khas Bangka

Sambal Belacan, terbuat dari belacan (terasi) panggang, biasanya untuk makan sayur lalapan
Sambal Rusip, terbuat dari fermentasi ikan bilis, biasanya untuk makan sayur lalapan
Sambal Kecalok, terbuat dari fermentasi udang, biasanya untuk makan sayur lalapan
Sambal Kecap, terbuat dari kecap asin cap rusa, kulit jeruk kunci, bawang merah dan cabe rawit, biasanya untuk makan ikan panggang
Sambal Binjai, terbuat dari buah binjai diparut kasar, biasanya untuk makan nasi
Sambal Bacang, terbuat dari buah bacang (sejenis mangga masam) diparut kasar, biasanya untuk makan nasi
Sambal Asui, terbuat dari belacan yang diramu dengan air jeruk kunci dan bumbu, biasanya untuk makan seafood
Sambal Asam, terbuat dari bawang merah, udang kering, santan dan bumbu, biasanya untuk makan ketupat dan lepat pulut.
Sambal Kemplang Panggang, terbuat dari belacan (terasi) dan bahan lainnya, digunakan untuk makan kemplang panggang khas Bangka. (Sumber : diolah dari berbagai sumber)